.
Tampilkan posting dengan label contoh proposal. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label contoh proposal. Tampilkan semua posting

contoh PROPOSAL SKRIPSI

PROPOSAL SKRIPSI
NILAI-NILAI HEROIK RATU KALINYAMAT DAN IMPLIKASINYA TERHADAP MASYARAKAT DESA MANTINGAN DUKOH KECAMATAN TAHUNAN KABUPATEN JEPARA


Disusun Guna Memenuhi Tugas Akhir Semester III
Mata Kuliah Metode Penelitian
Dosen Pengampu Cholillurrahman S.Ag. M.S.I



Oleh :
MUSTAKHORIN

INSTITUT ISLAM NAHDLATUL ULAMA ( INISNU )
FAKULTAS DAKWAH
SEMESTER III
JEPARA 2012







NILAI-NILAI HEROIK RATU KALINYAMAT DAN IMPLIKASINYA TERHADAP MASYARAKAT DESA MANTINGAN DUKOH KECAMATAN TAHUNAN KABUPATEN JEPARA

A.    Latar Belakang

Di sebagaian besar wilayah Indonesia, wanita dapat dikatakan sebagai sumber daya manusia yang penting namun cenderung terabaikan. Pada hal sebenarnya dalam perjalanan sejarah Indonesia di berbagai wilayah peranan wanita tidak bisa diabaikan. Indonesia mempunyai tokoh-tokoh perempuan yang pernah memegang peranan penting dalam bidang politik dan pemerintahan pada masa lampau. Beberapa contoh di antaranya adalah Ratu Kalinyamat, juga sering disebut Ratu Jepara, yang memerintah di Jepara pada tahun 1549-1579.

Jepara merupakan daerah yang termasuk wilayah propinsi Jawa Tengah, terletak di wilayah pantai utara pulau Jawa. Pada jaman Islam, Jepara pernah tampil menjadi kota pelabuhan dan perdagangan yang sangat terkenal. Kemashuran itu dicapai terutama ketika Jepara sebagai kota pelabuhan dan kerajaan maritim yang diperintah oleh Ratu Kalinyamat. Sesuai dengan letak geografisnya sebagai kota pelabuhan, Jepara menempati suatu titik yang menghubungkan dunia daratan dan dunia lautan. Dunia daratan adalah daerah-daerah yang terletak di belakang kota pelabuhan, yaitu daerah-daerah penyangga (hinterland) seperti Juana, Kudus, Pati, Welahan, sampai lebih ke dalam lagi seperti Purwodadi/Grobogan dan sebagainya. Sementara dunia laut adalah jalur perdagangan dan pelayaran dengan darah-daerah di sekitarnya atau daerah seberang laut.

Menurut seorang penulis Portugis bernama Tome Pires dalam bukunya “Suma Oriental”, Jepara baru dikenal pada abad ke-XV (1470 M) sebagai bandar perdagangan yang kecil yang baru dihuni oleh 90-100 orang dan dipimpin oleh Aryo Timur dan berada dibawah pemerintahan Demak.  Kemudian pada tahun 1536 M penguasa Demak yaitu Sultan Trenggono, menyerahkan Jepara kepada anak dan menantunya yaitu Ratu Retno Kencono dan Pangeran Hadirin suaminya. Namun setelah tewasnya Sultan Trenggono dalam Ekspedisi Militer di Panarukan Jawa Timur pada tahun 1546, timbulnya geger perebutan tahta kerajaan Demak yang berakhir dengan tewasnya Pangeran Hadirin oleh Aryo Penangsang pada tahun 1549 M.

Kematian orang-orang yang dikasihi yang salah satunya yaitu suaminya sendiri  membuat Ratu Retno Kencono sangat berduka dan meninggalkan kehidupan istana untuk bertapa di bukit Danaraja. Setelah terbunuhnya Aryo Penangsang oleh Sutowijoyo, Ratu Retno Kencono bersedia turun dari pertapaan dan dilantik menjadi penguasa Jepara dengan gelar “Nimas Ratu Kalinyamat”.

Pada masa pemerintahan Ratu Kalinyamat Jepara berkembang pesat menjadi Bandar Niaga utama di Pulau Jawa, yang melayani eksport import. Disamping itu juga menjadi Pangkalan Angkatan Laut yang telah dirintis sejak masa Kerajaan Demak. Dan pada masa kepemimpinan Ratu kalinyamat Jepara juga dikenal dengan daerah yang gemah ripah loh jinawi karena sebagai  Bandar Niaga yang ramai.

Ratu kalinyamat sendiri dikenal sebagai sosok pemimpin yang berparas cantik, dan juga dikenal sebagai pemimpin yang berkepribadian "gagah berani" dan mempunyai jiwa patriotisme anti penjajahan. Hal ini dibuktikan dengan tidak pernah luntur dan gentarnya sang Ratu dalam menghadapi penjajah bangsa Portugis, yang di abad 16 itu sedang dalam puncak kejayaan dan diakui sebagai bangsa pemberani di Dunia. Sehingga daapat membuat Portugis takut dan jera berhadapan dengan Raja Jepara ini. Hal ini terbukti dengan bebasnya Pulau Jawa dari Penjajahan Portugis di abad 16 itu.

Ratu kalinyamat berkuasa di Jepara selama 30 tahun yang pusat kerajaannya terletak di desa Mantingan yang saat ini berada di wilayah Kecamatan Tahunan kabupaten Jepara. Keadaan masyarakat pada saat kepemimpinan ratu kalinyamat mereka sebagian besar sudah memeluk agama islam yang diajarkan oleh suaminya sendiri Sultan Hadlirin sebelum m,eninggal dunia. Semenjak kepemimpin ratu kalinyamat masyarakat disekitar kerajaan mengalami banyak perubahan baik dari segi ideologis maupun ekonomi.


Hal ini sesuai dengan pendapat ibnu khaldun  bahwa setiap masyarakat akan mengalami suatu dinamika perubahan pola interaksi yang menuju pada arah tertentu, yang dapat menimbulkan dampak social maupun fisik. Hal ini, biasanya disebabkan seperti adanya  :
    Perubahan geografis tempat tinggalnya masyarakat
    Perubahan politik yang dapat merombak struktur social
    Perubahan kemakmuran karena kemajuan ekonomi dan lain-lain.
Setelah Ratu Kalinyamat meninggal dunia dan sudah tidak berkuasa lagi sampai dengan sekarang, tentunya masyarakat desa mantingan tersebut sudah banyak mengalami berbagi perubahan dalam segala bidang. Oleh karena itu peneliti ingin meneliti apakah pada saat ini masyarakat desa mantingan mewarisi sifat-sifat yang dimiliki oleh Ratu Kalinyamat ketika beliau masih berkuasa di kerajaan yang terletak di desa Mantingan tersebut? Atas dasar itu. Penelitian ini peneliti berikan judul “Nilai-Nilai Heroik Ratu Kalinyamat dan Implikasinya Terhadap Masyarakat Desa Mantingan Dukoh Kecamatan Tahunan Kabupaten Jepara”.

B.    Pembatasan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka penelitian ini hanya memfokuskan kajian tentang :
Pertama, bagaimana keadaan masyarakat desa Mantingan pada masa pemerintahan ratu kalinyamat dan pada masa sekarang?

Kedua, bagaimana nilai-nilai heroik Ratu Kalinyamat pada masa pemerintahannya?
Ketiga, bagaimana implikasi pemerintahan Ratu Kalinyamat terhadap masyarakat desa Mantingan?
 Keempat, apakah masyarakat desa Mantingan mewarisi sifat-sifat ratu kalinyamat?

C.    Tujuan dan Manfaat Penelitian
Dari fokus penelitian di atas’ maka tujuan penelitian ini adalah :
Pertama, untuk mengetahui bagaimana keadaan masyarakat desa Mantingan pada masa pemerintahan ratu kalinyamat dan pada masa sekarang.

Kedua, untuk mengetahui bagaimana nilai-nilai heroik Ratu Kalinyamat pada masa pemerintahannya.
Ketiga, unttuk mengetahui bagaimana implikasi pemerintahan Ratu Kalinyamat terhadap masyarakat desa Mantingan.
Keempat, untuk mengetahui apakah masyarakat desa Mantingan mewarisi sifat-sifat ratu kalinyamat
Adapun manfaat secara teoritis penelitian dapat menambah khazanah keilmuan dakwah.

Sedangkan manfaat secara praktis adalah :
Pertama, dapat mengetahui sejarah serta karakterisitik kepemimpinan Ratu Kalinyamat ketika masa pemerintahannya di kerajaan Jepara.
Kedua, dapat mengetahu keadaan masyarakat desa Mantingan pada masa kerajaan Ratu kalinyamat.
Ketiga, dapat mengetahui apakah masyarakat desa Mantingan mewarisi sifat-sifat Ratu Kalinyamat setelah beliau meninggal dunia.

D.    Tinjauan Pustaka
Untuk membandingkan dengan penelitian lain dan sekaligus memposisikan penelitian ini ke dalam tempatnya secara tersendiri, maka peneliti telah mengadakan penelusuran terrhadap penelitian-penelitian yang pernah dilakukan dan masih berkaitan dengan penelitian ini. Dan hal ini, dilakukan agar dapat vdiketahui bahwa penelitian ini tidak sama persis dengan penelitian-penelitian yang lain.

Adapun penelitian yang hamper mirip dan sama namun berbeda dengan penelitian ini yaitu penelitian yang berjudul “Kepemimpinan Umar Bin Khattab dan Pengaruhnya Terhadap Masyarakat Demakan Kabupaten Jepara” yang diteliti atau disusun oleh seorang mahasiswa fakultas dakwah INISNU Jepara yang bernama Musta’in. dalam penelitiannya ia meneliti tentang biografi khalifah Umar Bin Khattab serta dakwah beliau dalam meyenbarkan agama islam dan pengaruhnya terhadap masyarakat desa DEmakan kabupaten Jepara. Sedang dalam penelitin yang saya lakukan obyeknya yaitu terhadap nilai-nilai heroik ratu kalinyamat dan implikasinya terhadap masyarakat desa Mantingan Dukoh kecamatan Tahunan Kabupaten Jepara.

E.    Metode Penelitian
1.    Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatifSecara umum penelitian kualitatif digunakan untuk memahami makna realitas atau fakta dengan cara non-statistik.

Lebih lanjut, penelitian kualitatif dapat mengungkap tidak hanya satu variable. Untuk mengungkap dua variable yang berbeda, penelitian ini dapat digunakan.

2.    Pendekataan
Pendekatan yang digunakan penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Dan  Penelitian kualitatif juga banyak menggunakan berbagai macam metode. Dan pada penelitian ini peneliti menggunakan metode  Penelitian historis.

Penelitian historis adalah penelitian yang dimaksudkan untuk merekonstruksi kondisi masa lampau secara objektif, sistematis dan akurat. Melalui penelitian ini, bukti-bukti dikumpulkan , dievaluasi, dianalisis dan disintesiskan. Selanjutnya, berdasarkan bukti-bukti itu dirumuskan kesimpulan. Dan dalam pendekatan historis ini nantinya peneliti mendiskripsikan dan menganalisis obyek penelitian.

3.    Sumber Data
Terdiri atas sumber data primer berupa data-data yang mengupas tentang Ratu Kalinyamat dan masyarakat desa Mantingan. Serta data sekunder yaitu data-data pendukung misalnya, buku, makalah, artike serta data-data lain yang berhubungan dengan data primer.

4.    Metode Pengumpulan data

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan tehnik pengumpula data melalui wawancara dan metode library research ( metode kepustakaan).
Sedangkan langkah-langkap wancara yang peneliti lakukan yaitu melalui tahapa-tahapan, yaitu diantaranya :
1.    Menetapkan informasi yang ingin diketahui.
2. Menentukan jenis kusioner dan metode administrasinya.
3. Menentukan isi dari masing-masing pertanyaan.
4. Menentukan banyak respon atas setiap pertanyaan.
5. Menentukan kata-kata yang digunakan untuk setiap pertanyaan.
6. Menentukan urutan pertanyaan.
7. Menentukan karakteristik fisik kuisioner.
8. Menguji kembali langkah 1 sampai 7 dan lakukan perubahan jika perlu.
9. Melakukan uji awal atas wawancara dan melakukan perubahan jika perlu.

D. Sistematika Penulisan
Adapun penyusunan laporan penelitian ini akan ditulis dengan sistematika sebagaimana berikut.
Bab satu memaparkan latar belakang masalah, rumusan permasalahan, tujuan dan manfaat penelitian, tinjauan pustaka,metode penelitian dan sistematika penulisan.
Bab dua secara khusus memusatkan pada pembahasan mengena keadaan masyarakat desa mntingan serta keadaan desa tersebut dilihat dari berbagai bidang.

Bab tiga akan menyajikan tentang biografi Ratu Kalinyamat serta cirri-ciri dan tipe-tipe kepemimpinanya .
Bab keempat merupakan bab analisi, yaitu tentang nilai-nilai heroic Ratu Kalinyamat dan implikasinya terhadap masyarakat desa mantinbgan kecamatan Tahunan Kabupaten  Jepara.
Bab kelima adalah penutup yang berisi kesimpulan dan saran.