.

Pemikiran Anselmus dan Aquinas Dalam Fisafat

Pemikiran Anselmus dan Aquinas Dalam Fisafat


1.    KEHIDUPAN ANSELMUS
Anselmus, Uskup Agung Canterbury, lahir di Alpen, Italia, sekitar tahun 1033. Ia menolak keinginan ayahnya agar ia meniti karier di bidang politik dan mengembara keliling Eropa untuk beberapa tahun lamanya. Seperti anak-anak muda lainnya yang cerdas dan bergejolak, ia bergabung ke biara. Di biara Bec, Normandia, di bawah asuhan seorang guru yang hebat, Lanfranc, Anselmus memulai karier yang patut dicatat.

Anselmus dilahirkan di Aosta Piemont, Italia sekitar tahun 1033. Ia adalah putera seorang bangsawan comberdia yang ditandai dengan banyak gejolak dan pancaroba. Ayahnya bernamaGundulph dan ibunya bernama Ermenberga. Seluruh kehidupannya di penuhi oleh kepatuhan kepada gereja. Pada tahun 1093 ia menjadi uskup agung Canterbury dan ikut ambil bagian dalam perselisihan antara golongan pendeta dan orang-orang sekular. Dalam seluruh hidupnya ia berusaha meningkatkan kondisi moral orang-orang suci. Dalam dirinya mengalir arus mistisisme, dan iman merupakan masalah utama baginya. Ada tiga karyanya, yaitu : Monologium (yang membicarakan kadaan Tuhan), Proslogium (yang membahas tentang adanya dalil-dalil adanya Tuhan), dan Cur Deus Homo (Why God Became Man) yang berisi ajaran tentang tobat dan petunjuk tentang cara penyelamatan melalui Kristus.

2.    PENDAPAT ANSELMUS
Di dalam filsafat Anselmus kelihatan iman, merupakan tema sentral pemikirannya. Iman kepada Kristus adalah yang paling penting sebelum yang lain. Dari sini dapatlah kita memahami pernyataannya, credo ut intelligam (believe in order to understand/percayalah agar mengerti). Ungkapan itu menggambarkan bahwa ia mendahulukan iman daripada akal. Iapun mengatakan wahyu harus diterima dulu sebelum kita mulai berfikir. Kesimpulannya akal hanyalah pembantu wahyu.

Dalam membuktikannya adanya tuhan, dia menjelaskan lebih dahulu  bahwa semua konsep adalah relatif. Karena kesempurnaan itu bervariasi, maka kesempurnaan yang universal haruslah ada. Dan juga dia berpendapat bahwa mahluk itu terbatas dan membutuhkan sang pencipta yaitu tuhan. Dalam pembuktian tuhan anselmus sering kali mengatakan tentang  bahwa ia tidak memerlukan pengetahuan tentang tuhan: dia telah beriman kepada tuhan.  Dia berargumen bahwa adanya tuhan adalah pernyataan yang mengatakan bahwa apa yang kebesarannya tak terpikirkan, tidak mungkin hanya ada dalam pikiran.
     Tentang sifat tuhan anselmus dia menyebutkan bahwa tuhan itu esa, kekal baik dan sempurna, tidak berada dalam ruang dan waktu, tapi segala sesuatu berada dalam tuhan.

     B. THOMAS AQUINAS
       Ia lahir  di roccasecca ,italia,pada tahun 1225 dari keluarga bangsawan,baik bapaknya maupun ibunya . pada mas mudanya is hidup bersama pamannya yang menjadi pemimpin ordo di Monte Cassino. Ia berada disana pada tahun 1230-1239. Pada tahun 1239-1244 ia belajar di universitas Napoli, tahun 1245-1248 di Universitas Paris dibawah bimbingan Albertus Magnus . sampai tahun 1252 ia dan Albertus tetap berada di Cologne . tahun 1252 ia kembali belajar di Universitas Paris pada Fakultas Teologi , dan ia mengajar disana sampai tahun 1259. Tahun 1269-1272 ia kembali ke Universitas untuk menyusun tantangan terhadap ajaran Ibnu Rusyd. Sejak tahun 1272 ia mulai mengajar di Universitas Napoli. Ia meninggal pada tahun 1274 di Lyons . Karyana yang paing penting ialah Summa Contra Gentiles dan Summa Theological .

1.    PEMIKIRAN AQUINAS DALAM TEOLOGI
     Aquinas mendasarkan filsafatnya pada kepastian adanya Tuhan . Ia mengetahui banyak ahli teologi percaya pada adanya Tuhan hanya berdasarkan pendapat umum. Untuk membuktikan pendapatnya ia mengajukan lima dalil (argument ) berikut ini .
     Argumen pertama , diangkat dari sifat alam yang selalu bergerak. Didalam ala mini segala sesuatu bergerak dari situ dibuktikan Tuhan ada .dengan kata lain tidak  mungkin sesuatu bergerak sendiri  gerakan adalah perubahan dari potentia  ke actus. 

      Argumen kedua, disebut sebab yang mencukupi (efficient cause ).seluruh sebab berurutan dengan teratur : penyebab pertama menghasilkan musabab kedua , penyebab kedua  menghasikan musabab ketiga. Artinya , bila tidak ada sebab pertama, tentu tidak ada akan ada rangkaian itu tadi . oleh karena itu , wajarlah untuk menyimpulkan adanya sebab pertama, dan itu Tuhan .
        Argument  ketiga , ialah argument kemungkinan dan keharusan ( possobillity and necessity ) . ala mini segala sesuatu bersifat mungkin ada dan mungkin tidak ada.
        Arguument keempat, pada argument ini  memperhatikan tingkatan yang terdapat pada alam ini .tingkatan tertinggi menjadi sebab tingkatan di bawahnya. Begitu juga tentang  “ada”.  Tuhan memiliki sifat Ada yang tertinggi  . ada yang dibawahnya disebabkan oleh ada yang tertinggi itu.
        Argumen kelima  berdasarkan keteraturan alam . isi alam in dari jenis yang tidak bergerak dan yang bergeran  menuju tujuan tertentu. semua itu  tidak mungkin seandainya tidak ada yang mengarahkan , dan yang mengarahkan itu pasti berakal dan mengetahui . Yaitu Tuhan.
       Setelah Aquina merasa berhasil menyusun argument-argumen  bahwa filsafat membuktikan adanya Tuhan . selanjutnya ia berusaha menjelaskan sifat-sifat Tuhan . menurutnya Tuhan tidak tersusun dari esensi dan aksidensi karena itu Tuhan tidak dapat berubah . tuhan tidak memiliki potential  ,Tuhan semata-mata Actus . lebih lanjut ia mengatakan Tuhan sama dengan esensinya. Tuhan  tidak berbuat semaunya namun perbuatan tuhan dibatasi oleh kebaikan .Tuhan menciptakan alam semesta  dari tiada. 

2.    PENDAPATNYA TENTANG KOSMOLOGI
     Yang terpenting didalam kosmologi Aquinas ialah pendapatnya tentang  matter  ( bahan ) dan  form (sifat) . menurutnya , matter  tidak dapat ada terpisah dari  form . bila berpisah tentu terdapat kontradiksi sebab  matter  itu tidak jelas . berbeda dengan Aristoteles  matter dan form berpisah .

3.    AQUIANAS TENTENG JIWA
      Pandangan Aquinas tentang jiwa amat sederhana . katanya , jiwa, dan raga mempunyai hubungan yang pasti  . raga menghadirkan matter  dan jiwa menghadirkan  form  , yaitu prinsip – prinsip hidup yang actual  kesatuan antara jiwa dan raga bukanlah terjadi secara kebetulan . kesatuan itu diperlukan  untuk terwujudnya kesempurnaan manusia.  
     Kedudukan  jiwa dalam badan , menurut Aquinas  hanya bergantung secara ekstrinsik . konsekuensinya  ialah Aquinas berpendapat  bahwa  jiwa bersifat imoral  dan  jiwa tidak dapat rusak .

4.    TEORI PENGETAHUAN AQUINAS
Dalam seluruh teorinya tentang pengetahuan , Aquinas dibimbing oleh pandangannya bahwa pikir (reason )  dan iman tidak bertentangan . akan tetapi dimana ada batas keduanya . semua  objek yang tidak dapat diindera tidak akan dapat diketahui secara pasti oleh akal.

        Selanjutnya Aquinas mengajarkan bahwa kita seharusnya menyeimbangkan akal dan iman , akan tetapi harus disadari bahwa hal itu tidak selalu dapat dilakukan karena akal terbatas.
        Di dalam doktrinnya tentang penengetahuan , Aquinas adalah realis moderat . Ia tidak sependapat denagn Plato yang  mengajarkan bahwa alam semesta ini mempunya  eksistensi yang objektif. Ia mengajarkan bahwa alam semesta ini berada dalam tiga cara , pertama , sebagai sebab  sebab di dalam pemikiran Tuhan ( ante rem ) , kedua , sebagai idea dalam pikiran manusia  ( post rem ) dan ketiga , sebagai esensi sesuatu  ( in rem ) .     

ETIKA AQUINAS

    Nilai etika yang tertinggi pada etika Aquinas ialah Kebaikan Tertinggi.
Kebaikan tertinggi itu menurut pendapatnya tidak mungkin dicapai dalam kehidupan sekarang. Kita harus menunggu hari kelak tatkala kita memperoleh pandangan yang sempurna tentang Tuhan. Pandangan etika Aquinas menekankan superioritas kebaikan keagamaan. Karenanya ia banyak membahas iman. Ia toleran terhadap orang-orang yang tidak beriman dan bekerja sama dengan mereka, tetapi ia juga terang-terangan menuduh nereka kafir. Orang-orang kafir itu akan mengalami lepas hubungan dengan Tuhan.

Dasar kebaikan ialah kemurahan hati (charity) yang menurut Aquinas lebih dari sekar kedermawanan atau belas kasihan. Kemurahan hati itu terdapat di dalam jiwa yang penuh cinta.
Kehidupan pertapa (ascetic) memainkan peranan yang kuat didalam etikanya. Oleh karena itu, ia setuju kepada St. Augustinus yang mengajarkan bahwa kehidupan membujang (celebacy) lebih baik daripada kawin. Hidup dalam perkawinan itu rendah.

Pengaruh Aquinas cukup besar pada abad-abad selanjutnya melalui pendapat-pendapatnya bahwa perkawinan tidak boleh cerai karena hal itu berlawanan dengan hukum masyarakat dan menentang Tuhan Monogami adalah watak asli manusia.

Mengenai kebebasan kemauan (free will) ia menyatakan bahwa manusia berada dalam kedudukan yang berbeda dari Tuhan. Tuhan selalu benar sedangkan manusia kadang-kadang salah.
Kemauan manusia tidak ditentukan oleh sesuatu diluar dirinya. Oleh karena itu, bila kita memilih yang salah, layaknya kita mendapat hukuman.

Manusia itu pada akhirnya akan mampu mengenal Tuhan, bila berusaha. Itu dapat dicapai dengan akal, wahyu, atau dengan intuisi (Mayer: 464). Namun, ia hanya tertarik sedikit pada pembahasan tentang intuisi, karena itu ia tidak percaya kepada adanya pencerahan Ilahi (ilmu mukasyafah) dalam tashawwuf Islam). Pikiran lebih penting daripada kemauan; demikian pendapatnya. Melalui pikiran itulah kita akan sampai kepada kepastian.

Teori politik Aquinas
Aquinas, yang filsafat politiknya mewakili pemikiran politik abad ke-13, menekankan moral sebagai suatu idea pemerintahan. Menurut Aquinas, keadaan Negara tidak dapat dipisahkan dari sifat social manusia.
Tenang autoritas social, menurut Aquinas, itu berakar pada sifat-sifat manusia; sifat-siafat itu didapat dari Tuhan. Anggapan bahwa dulu kehidupan manusia ada di dalam surge; disana keadaannya manusia itu tanpa kesalahan dan tanpa dosa warisan. Selain pandangan sejarah, dalam memahami teori politik Aquinas perlu juga dipertimbangkan hubungan teori politiknya dengan pandangan filsafatnya secara umum.

Menurut Aquinas, hukum ada empat macam yaitu
1.    Hukum abadi
2.    Hukum alam
3.    Hukum Tuhan
4.    Hukum manusia
Menarik juga diketahui pendapat Aquinas tentang bentuk-bentuk Negara, pemikirannya tentang hukum, dihubungkan dengan kepentingan rakyat, dan bagaimana pendapatnya tentang sikap rakyat bila mereka menghadapi kekuasaan yang dictatorial. Aquinas membagi pemerintahan menjadi enam tipe yang selanjutnya digolongkannya menjadi baik buruk, adil dan tidak adil.
Untuk mencegah timbulnya tirani, Aquinas mengemukakan usul sebagaimana yang diajarkan oleh Ariestoteles, yaitu anjuran memilih tipe monarki terbatas. Menurut Aquinas, tujuan masyarakat dan individu-individu adalah kebahagiaan yang abadi dan mengenal Tuhan. Negara hanya dapat membantu secara tidak langsung dalam usaha mencapai tujuan Gerejalah yang bertugas membantu manusia secara langsung mencapai tujuan itu.
Aquinas membagi etika menjadi etika keseharian dan etika perang. Tanggung jawab terhadap kedaulatan warga Negara, menurut Aquinas, terletak pada pengembangan dan perlindungan kebaikan hidup penduduk.
Agama dan moral berhubungan amat erat pada Abad Pertengahan. Oleh karena  itu, dapatlah dipahami mengapa Aquinas begitu yakin terhadap hubungan agama dan moral.
Tentang Gereja
Didalam filsafat agama, Aquinas mengatakan bahwa manusia tidak akan selamat tanpa perantaraan . Gereja. Dalam hal ini ia sama benar dengan Augustinus: Outside the Church no salvation can be found (Mayer: 362). Sakramen itu mempunyai dua tujuan.
Aquinas juga membicarakan pekerjaan Kristus. Yesus melayani sebagai seorang perantara antara Tuhan dan manusia, pendamai antara Tuhan dan manusia. Kita tidak akan dapat mencapai kebahagiaan bila terpisah dari Kholik; demikian Aquinas.

Lawan-lawan Aquinas

Perlawanan terhadap filsafat Aquinas didasarkan atas dua alasan, yaitu alasan filosofis dan alasan pribadi.  Sejak tahun 1277 filsafat Aquinas dikutuk di Paris.  Dengan alasan filsafat, perlawanan terhadap ajarannya memang besar. Ini terutama disebabkan terlalu banyaknya ia menggunakan akal. Banyak pemikiran yang berpendapat bahwa Aquinus terlalu dipengaruhi oleh pemikiran Yunani, dan sebagai akibatnya ia banyak mengenalkan unsur-unsur yang tidak konsisten dalam keimanan Kristen.
Kelebihan Aquinus terletak pada uraiannya yang sistematis. Sekalipun demikian, orang akan banyak menemukan kontroversi dalam pemikirannya. Alasannya lain menolak Aquinas ialah karena keortodoksannya. Ia tidak yakin bahwa manusia sendirian mampu mengenal Tuhan; hanya dengan melalui Gerejalah orang dapat mengenal Tuhan.

Adapun yang menaikkan popularitasnya ialah sifatnya yang moderat. Sementara mengakui kehidupan pertapa, ia juga mengakui bahwa perkawinan dan system keluarga menduduki posisi sentral dalam teori politiknya. Bahkan ia berpendapat bahwa berketurunan adalah sebagian dari hukum alam. Dapat juga ditambahkan bahwa titik tolak Aquinas adalah empiris. Oleh karena itu, sebagian teorinya dapat dikombinasikan dengan riset-riset ilmu modern.

      C. KESIMPULAN
Akal pada Abad Pertengahan ini benar-benar kalah. Hal itu kelihatan dengan jelas pada filsafat Plotinus. Augustinus, Anselmus. Pada Aquinas penghargaan terhadap akal muncul kembali, dank arena itu filsafatnya banyak mendapat kritik. Abad pertengahan merupakan pembalasan terhadap dominasi akal yang hampir seratus persen pada zaman Yunani sebelumnya, terutama pada zaman sofis.

Ciri khas filsafat Abad Pertengahan terletak pada rumusan terkenal yang dikemukakan oleh Saint Anselmus, yaitu credo ut intelligam.

Kelemahan lain dalam filsafat Kristen pada Abad Pertengahan itu ialah sifatnya yang terlalu yakin pada penafsiran teks Kitab Suci. Penafsiran sebenarnya tidak lebih berarti daripada sekedar filsafat juga. Jadi, penafsiran pada dasarnya bersifat relative kebenarannya, tidak absolut.

Uraian tadi menunjukkan bahwa pada Abad Pertengahan ini, iman (hati) benar-benar telah menang melawan akal dan berhasil mendominasi jalan hidup Abad Pertengahan (di Barat). Akibat-akibatnya amat mudah dipahami: filsafat dan sains berhenti; jangankan menemukan yang baru, menjaga warisan Yunani saja Zaman ini tidak mampu.
Judul Artikel: Pemikiran Anselmus dan Aquinas Dalam Fisafat
Rating: 100% based on 99998 ratings. 5 user reviews.
Ditulis Oleh Sang Pecinta

Link: http://makalahkomplit.blogspot.com/2013/07/pemikiran-anselmus-dan-aquinas-dalam.html Terimakasih atas kunjungan Sobat beserta kesediaan Anda membaca artikel ini (http://makalahkomplit.blogspot.com/2013/07/pemikiran-anselmus-dan-aquinas-dalam.html). Kritik dan Saran sobat dapat sampaikan melalui Kotak komentar dibawah ini. http://makalahkomplit.blogspot.com/2013/07/pemikiran-anselmus-dan-aquinas-dalam.html, http://makalahkomplit.blogspot.com/2013/07/pemikiran-anselmus-dan-aquinas-dalam.html, http://makalahkomplit.blogspot.com/2013/07/pemikiran-anselmus-dan-aquinas-dalam.html, Selamat membaca di Makalah Komplit

Temukan Judul: semua Artikel , Manfaat dari , Ikut sertakan judul , , , , dan

0 komentar:

Poskan Komentar