.

Pubertas/ PUBER

Kata puber mungkin sudah terlalu sering kita dengar, kata puber dikaitkan dengan remaja. Tapi apakah kita sudah mengenal makna sebenarnya ?. Kata puber berasal dari bahasa Latin yang artinya yaitu usia menjadi orang (dewasa). Suatu periode dimana anak dipersiapkan untuk mampu menjadi individu yang dapat melaksanakan tugas bilogis berupa melanjutkan keturunannya atau berkembangbiak, sekarang penjelasan tersebut memiliki pertanyaan yaitu tugas bilogis apa?... Tugas biologis disini ialah mulainya bekerjanya organ-organ reproduktif, disertai pula oleh perubahan-perubahan si puber tersebut yang bersangkutan dengan biologis-psikologis yang dibedakan menjadi dua bentuk antara lain :

1.    Ciri-ciri Primer, disini jelas membedakan 
2 kelamin antara laki-laki dan perempuan, jika kita lihat si puber wanita dapat dimulai dengan adanya haid atau “menarche”, dengan ditandai perasaan tidak enak. Dan jika kita dapati si puber pria ditandai dengan mimpi basah “nocturnal emminsions”.

Ciri-ciri Sekunder, perubahan pada si puber wanita yang dialami perubahan bilogis ialah pinggul membesar dan membulat, buah dada semakin menonjol, dan suara lebih merdu (melodius). Dan jika si puber pria ditandai dengan otot-otot tubuh, dada lengan, paha, kaki tumbuh kuat.

Dalam kajian tentangukuran masa-masa pubertas, para ahli psikologi belum ada yang menyepekati ukuran seorang remaja yang sedang mengalami pubertas, dalam ilmu psikologi masa pubertas disebut (adoescence) atau masa remaja. Hal tersebur diperkuat oleh Bigot dkk. Mereka sesekali menyamakan arti pubertas dan adolescence. Bigot mengukur ukuran masa pubertas ialah antara 15-21 tahun. Ahli-ahli Indonesia dalam menentukan rentangan usia remaaj banyak dipengaruhi pendapat Hurlock diatas Drs. M.A Priyatno, S.H yang membahas masalah kenakalan remaja dari segi agama Islam menyebutkan rentangan usia13-21 tahun sebagai masa remaja. Dra. Singgih Gunarsa menetapkanusia anatar 12-22 sebagai masa remaja. Dr. Winarno Surachmad mengukur ukuran masa remaja ialah antara 12-22 tahun. Dengan adanya beberapa pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa rentangan usia remaja berada dalam usia 12-21 bagi wanita, 13 tahun sampai 22 bagi pria.

Sifat remaja yaitu puber dapat digolongkan menjadi 2 bentuk, yaitu remaja awal yang berkisar umur 12-13 tahun. Masa remaj awal ialah pada usia 17/18 tahun, isttilah remaja awal boleh disebut dengan “Teenagers” (anak usia belasan tahun). Pada usia remaja awal sering terjadi gejala-gejala  “negative phase”. Hurlock menguraikan cukup lengkap tentang gejala –gejala “negative phase” ialah keinginan yaitu keinginan untuk menyendiri, berkurang kemauan untuk bekerja, kurang koordinasi fungsi-fungsi tu8buh, kejemuan, kegelisahan, pertentangan sosial, penentangan terhadap kewibawaan orang-orang dewasa, kepekaan perasaan, kurang percaya diri, kepekaan perasaan susila, mulai timbul pada lawan jenis, kesukaan berkhayal. Sedang bentuk kategori yang lain adalah remaja akhir yaitu berkisar antara umur 17-21 tahun bagi wanita, 18-22 tahun bagi pria. Pada remaja akhir merupakan proses penyempurnaan pertumbuhan fisik dan perkembangan  aspek-aspek psikis.

Atau ciri re maja akhir ialah stabilitas mulai timbul dan meningkat, citra diri dan sikap pandangan yang lebih realistis menghadapi masalah secara lebih matang dan perasaan lebih tenang.
Pertumbuhan maupun perkembangan fisik pada remajasangat pesat, biasanya terjadi pada masa awal remaja (12/13-17/18). Pertumbuhan fisik yang terjadi bagi para remajaputar-putri menimbulkan saling tertarik pada lawan jenis. Pertumbuhan tersebut juga terjadi pada kelenjar seks dan perkembangan seksual remaja awal. Kalau pertumbuhan jasmani adalah nampak dari luar. Maka, pertumbuhan kelenjar-kelenjar seks merupakan suatu proses yang bekerja didalam. Hasil penelitin James dan Moore terhadap remaja berumur 12-21 tahun dengan jumlah sampel 539 orang. Hasil penelitian menghasilkan adany kegiatan-kegiatan heteroseksual.

Perkembangan perilaku seksual pada seorang remaja yang juga menonjol adalah onani atau mastrubasi. Para psikolgis berpendapat kalau onani atau masturbasi merupakan yang masih universal/umum. Tersebut juga didukung oleh Raph.G. Eckert, kepala Departement of University of Connectitut, yang menyatakan bahwa bermain-main dengan alat kelamin untuk kenikmatan diri boleh dikatakan sudah umum diantara para remaja putra atau putri. Pendapat lain menyebutkan bahwa masturbasi dapat menyebabkan kelainan psiskis dan penyakit psikis. Ahli kedokteran juga menetapkan, bahwa onani dapat menimbulkan efek samping yaitu dapat melemahkan alat kelamin sebagai sarana untuk berhubungan seksual, serta sedikit demi sedikit alat tersebut akan melemah. Alat vital tersebut akan membengkak, sehingga sang pelaku menjadi mudah mengeluarkan air maninya, punggung akan menjadi membungkuk.

Efek lain dari perbuatan onani dan masturbasi juga dikemukakan oleh ahli jiwa bahwa perbuatan onani atau masturbasi yang telah dilakukan sesering mungkin yang telah menjadi kebiasaan akan menyebabkan urat saraf tidak stabil lagi, kepercayaan diri menjadi sirna.

Dan penderita akan selalu menyadari disebabkan rasa malu yang tertanam dalam jiwanya.
Seiring dengan kajian masa puber yang dialami para remaja, agar menjaga dirinya dari gejala-gejala sifat yang timbul pada masa puber. Si puber juga akan mengalami keinginan untuk diperhatikan oleh lawan jenis. Wanita ingin diperhatikan oleh pria, pria juga ingin diperhatikan oleh wanita. Sehingga dari si wanita dan pria saling berlomba mencari cara untuk bisa menjadi seseorang yang diperhatikan.
Pada masa puber dialami oleh remaja akhir boleh dikatakan relatif stabil. Kehidupannya umumnya tenang, namun tidak menutup kemungkinan adanya perasaan atau sikap emosi. Sikap ini terjadi karena remaja akhir cenderung tertutup terhadap orang dewasa khususnya terjadi pemecahan persoalan-persoalan yang dihadapi. Hal tersebut disebabkan keinginan mereka menentukan sikap dan keinginan untuk independen serta memecahkan masalah dengan sendirinya.

Pada masa remaja akhirpun mempunyai perkembangan minat/cita-cita. Remaja akhir tidak lagi menampakkan pemujaan secara berlebihan terhadap lawan jenis(cinta monyet), Mereka sudah benar-benar mempunyai sikap yang mantap untuk memilih lawan jenis. Bentuk lain ialah jalinan cinta “going steady”. Pilihannya relatif tetap, tidak lagi gonta-ganti Dalam salah satu buku Ginzberg and Associateds menyimpulkan dalam pembagian fase-fase perkembangan dalam masa remaja akhir melewati tahap pemilihan. Tahap pemilihan dibagi subtahap penjajakan, pemusatan, kemudian tahap pemilihan. Tahap pemilihan tersebut sebenarnya mampunyai faktor-faktor yang mempengaruhi ialah karena ada pengaruh citra diri, lingkungan keluarga atau orang tua, lingkungan sosial kultural. Dijelaskan oleh E.L. Kelly bahwa dalam masa remaja memiliki kepribadian tersendiri yang akan menjadi pegangan (falsafah hidup) dalam kedewasaan, bahkan mendasari dirinya memandang diri dan lingkungan dalam masa-masa selanjutnya.
Judul Artikel: Pubertas/ PUBER
Rating: 100% based on 99998 ratings. 5 user reviews.
Ditulis Oleh Sang Pecinta

Link: http://makalahkomplit.blogspot.com/2012/12/pubertas-puber.html Terimakasih atas kunjungan Sobat beserta kesediaan Anda membaca artikel ini (http://makalahkomplit.blogspot.com/2012/12/pubertas-puber.html). Kritik dan Saran sobat dapat sampaikan melalui Kotak komentar dibawah ini. http://makalahkomplit.blogspot.com/2012/12/pubertas-puber.html, http://makalahkomplit.blogspot.com/2012/12/pubertas-puber.html, http://makalahkomplit.blogspot.com/2012/12/pubertas-puber.html, Selamat membaca di Makalah Komplit

Temukan Judul: semua Artikel , Manfaat dari , Ikut sertakan judul , , , , dan

0 komentar:

Poskan Komentar