.

sejarah bani umayah


BAB II
PEMBAHASAN

A.    Sejarah bani umayyah

Setelah masa khalifah al-rasyidin berakhir, fase selanjutnya adalah zaman tabi’in yang pemerintahannya dipimpin oleh dinasti umayyah. Dengan khalifah pertama muawiyah bin abi sofyan, dinasti ini beribu kota di Damaskus. Muawiyyah telah mencurahkan segala tenagannya untuk memperkuat dirinnya dan menyiapkan daerah syiria sebagai pusat kekuasaannya di kemudian hari . Dinasti ini berkuasa selama lebih kurang 91 tahun dengan 14 khalifah:

1.    Muawiyah bin abi sofyan         661 s.d. 680
2.    Yazid bin muawiyah              680 s.d. 683   
3.    Muawiyah bin yazid              683 s.d. 684
4.    Marwan bin hakam              684 s.d. 685
5.    Abdul malik bn marwan         685 s.d. 705
6.    Walid I bin abdul malik         705 s.d. 715
7.    Sulaiman bin abdul malik         715 s.d. 717
8.    Umar bin abdul aziz              717 s.d. 720
9.    Yazid bin abdul malik          720 s.d. 724
10.    Hisyam bin abdul malik          724 s.d. 743
11.    Walid II bin yazid II              743 s.d.744
12.    Yazid III                  744 s.d. 745
13.    Ibrahim bin walid II             745 s.d. 747
14.    Marwan II bin muhammad II         747 s.d 750

        Di antara empat belas dinasti umayyah tersebut hanya lima orang khalifah yang menduduki jabatan dalam waktu yang cukup panjang dan memberikan pengaruh bagi perkembangan islam yaitu muawiyah bin abi sofyan, abdul malik bin marwan, walid bin abdul malik, umar bin abdul aziz, dan hasyim bin abdul malik.(prof dr aladin koto)

        Ekspansi yang terhenti pada masa khalifah usman dan ali dilanjutkan kembali oleh dinasti ini, dizaman muawiyah, tunisia dapat ditaklukkan. Disebelah timur, muawiyah dapat menguasai daerah khurasan sampai kesungai Oxus dan afganistan sampai ke kabul. Angkatan lautannya melakukan serangan-serangan ke ibu kota bizantium, konstantinopel. Ekspansi ketimur yang dilakukan muawiyah kemudian dilanjutkan oleh khalifah Abd al-malik. Dia mengirim tentara menyeberangi sungai Oxus dan dapat berhasil menunduhkan  Balkh, Bukhara, Khawariz, Fergana, dan samarkand. Tentarannya bahkan sampai  ke india dan dapat menguasai Balukhistan, sind dan daerah punjab sampai ke maltan.

        Ekspansi ke barat secara besar-besaran dilakukan dizaman al-walid ibn abdul malik. Masa pemerintahan al-walid adalah masa ketentraman, kemakmuran, dan ketertiban. Umat islam merasa hidup bahagia. Pada masa pemerintahannya yang berjalan kurang lebih sepuluh tahun itu tercatat suatu ekspedisi militer dari afrika utara menuju wilayah barat daya, benua eropa, yaitu pada tahun 711 M. Setelah al-jazair dan maroko dengan benua eropa, dan mendarat disuatu tempat yang sekarang dikenal dengan nama Gibraltal(jabal tariq). Tentara sepanyol dapat dikalahkan. Dengan demikian sepanyol menjadi sasaran ekspansi selanjutnya. Ibu kota sepanyol mejadi sasaran ekspansi selanjutnya. Ibu kota spanyol, kordova, dan cepat dapat dikuasai. Menyusul setelah itu kota-kota lain seperti seville, elvira, dan taledo yang dijadikan ibu kota spanyol yang baru setelah jatuhnya kordova.

Pasukan islam memperoleh kemenangan dengan mudah karena pendapat dukungan dari rakyat setempat yang sejak lama menderita akibat kekejaman penguasa. Di zaman umar ibn abd al-aziz, serangan dilakukan ke prancis melalui pegunungn piranee. Serangan ini dipimpin oleh abd al-rahman ibn abdulllah al-ghafiqi. Ia mulai dengan menyerang bordeau, poitiers, dari sana ia mencoba menyerang tours. Namun dalam peperangan yang terjadi diluar kota tours, al-ghafiqi terbunuh dan tentarannya mundur kembali ke spanyol. Di samping daerah-daerah tersebut diatas, pulau-pulau yang terdapat dilaut tengah juga jatuh ke tangan islam pada zaman bani umayyah ini.

        Dengan keberhasilan ekspandisi ke beberapa daerah, baik di timur maupun barat, wilayah kekuasaan islam masa bani umayyah ini betul-betul sangat luas. Daerah-daerah itu meliputi spanyol,afrika utara, syria, pa estina, jazirah arabia, irak, sebagian asia kecil, persia, afganistan, jazirah arabia, irak, sebagian pakistan, purkmekenia, uzbek, dan kirgis di asia tengah.

        Di samping ekspansi kekuasaan islam, bani umayyah juga banyak berjasa dalam pembangunan di berbagai bidang. Muawiyyah mendirikan dinas pos dan tempat-tempat tertentu dengan menyediakan kuda yang lengkap serta peralatannya di sepanjang jalan. Dia juga berusaha menerbitkan angkatan bersenjata dan mencetak mata uang. Pada masannya, jabatan khusus seorang hakim(qadhi) mulai berkembang menjadi profesi tersendiri, qadhi mata uang bizantium dan persia yang dipakai di daerah-daerah yang dikuasai islam. Untuk itu, dia mencetak uang tersendiri pada tahun 659 M dengan memakai kata-kata dan tulisan arab. Khalifah abd al-malik juga berhasil melakukan pembenahan-pembenahan administrasi pemerintahan dan memberlakukan bahasa arab sebagai bahasa resmi administrasi pemerintahan islam. Keberhasilan khalifah abd al-malik diikuti oleh putrannya al-walid abn ab al-malik(705-715 M) seorang yang berkemauan keras dan berkemampuan melaksanakan pembangunan. Dia membangunan panti-panti untuk orang-orang cacat. Semua personel yang terlibat dalam kegiatan yang humanis ini digaji oleh negara secara tetap . Dia juga membangun jalan-jalan raya yang menghubungkan suatu daerah dengan daerah lainnya, pabrik-pabrik, gedung-gedung pemerintahan, dan masjid-masjid yang megah.

     Meskipun keberhasilan banyak yang dicapai dinasti ini, namun tidak berarti bahwa politik dalam negeri dapat dianggap stabil. Muawiyah tidak mentaati isi berjajiannya dengan hasan ibn ali ketika dia naik tahta, yang menyebutkan bahwa persoalan penggantian pemimpin setelah muawiyah diserahkan kepada pemilihan umat islam. Deklarasi pengangkatan anaknya yazid sebagai putra mahkota menyebabkan munculnya gerakan-gerakan oposisi di kalangan rakyat yang mengakibatkan terjadinya perang saudara beberapa kali dan berkelanjutan.

        Ketika yazid naik tahta, sejumlah tokoh terkemuka di madinah tidak mau menyatakan setia kepadannya. Yazid kemudian mengirim surat kepada guberbur madinah, memintanya untuk memaksa penduduk mengambil sumpah setia kepadannya. Dengan cara ini, semua orang terpaksa tunduk , kecuali husaein ibn ali. Pada tahun 680 M, ia pindah dari makkah ke kufah atas permintaan golongan syiah yang ada di irak. Umat islam di daerah ini tidak mengakui yazid. Mereka mengangkat husein sebagai khalifah. Dalam pertempuran yang tidak seimbang di karbela, sebuah daerah di dekat kufah, tentara husein kalah dan husein sendiri mati terbunuh. Kepalannya di penggal dan dikirim ke damaskus, sedang tubuhnya di kubur dikarbela. 

B.    Sistem Peradilan Dan Pengembangan Peradaban
        Meskipun sering kali terjadi pergolakan dan pergumulan politik pada masa     pemerintahan Daulah Bani Umayyah, namun terdapat juga usaha positif yang     dilakukan daulah ini untuk kesejahteraan rakyatnya.
        Diantara usaha positif yang dilakukan oleh para khilafah daulah Bani     Umayyah dalam mensejahterakan rakyatnya ialah dengan memperbaiki seluruh     system pemerintahan dan menata administrasi, antara lain organisasi keuangan.     Organisasi ini bertugas mengurusi masalah keuangan negara yang dipergunakan     untuk:
    - Gaji pegawai dan tentara serta gaya tata usaha Negara.
    - Pembangunan pertanian, termasuk irigasi.
    - Biaya orang-orang hukuman dan tawanan perang
    - Perlengkapan perang
        Disamping usaha tersebut daulah Bani Umayyah memberikan hak dan     perlindungan kepada warga negara yang berada dibawah pengawasan dan     kekuasaannya. Masyarakat mempunyai hak untuk mendapatkan perlindungan hukum     dan kesewenangan. Oleh karena itu, Daulah ini membentuk lembaga kehakiman.     Lembaga kehakiman ini dikepalai oleh seorang ketua Hakim (Qathil Qudhah).     Seorang hakim (Qadli) memutuskan perkara dengan ijtihadnya. Para hakim menggali     hukum berdasarkan Al-Qur’an dan sunnah Nabi. Disamping itu kehakiman ini belum     terpengaruh atau dipengaruhi politik, sehingga para hakim dengan kekuasaan penuh     berhak memutuskan suatu perkara tanpa mendapat tekanan atau pengaruh suatu     golongan politik tertentu.

    Disamping itu, kekuasaan islam pada masa Bani Umayyah juga banyak berjasa dalam     pengembangan peradaban seperti pembangunan di berbagai bidang, seperti:
    - Muawiyah mendirikan Dinas pos dan tempat-tempat tertentu dengan menyediakan     kuda dengan peralatannya disepanjang jalan. Dia juga berusaha menertibkan angkatan     bersenjata.
    - Lambang kerajaan sebelumnya Al-Khulafaur Rasyidin, tidak pernah membuat     lambang Negara baru pada masa Umayyah, menetapkan bendera merah sebagai     lambang negaranya. Lambang itu menjadi ciri khas kerajaan Umayyah.
    - Arsitektur semacam seni yang permanent pada tahun 691H, Khalifah Abd Al-Malik     membangun sebuah kubah yang megah dengan arsitektur barat yang dikenal dengan     “The Dame Of The Rock” (Gubah As-Sakharah).
    - Pembuatan mata uang dijaman khalifah Abd Al Malik yang kemudian diedarkan     keseluruh penjuru negeri islam.
    - Pembuatan panti Asuhan untuk anak-anak yatim, panti jompo, juga tempat-tempat     untuk orang-orang yang infalid, segala fasilitas disediakan oleh Umayyah.
    - Pengembangan angkatan laut muawiyah yang terkenal sejak masa Uthman sebagai     Amir Al-Bahri, tentu akan mengembangkan idenya dimasa dia berkuasa, sehingga     kapal perang waktu itu berjumlah 1700 buah.
        Pada masa Umayyah, (Khalifah Abd Al-Malik) juga berhasil melakukan     pembenahan-pembenahan administrasi pemerintahan dan memberlakukan bahasa arab     sebagai bahasa resmi administrasi pemerintahan Islam.

C.    Bentuk dan praktik peradilan
    Pada masa dinasti umayyah, al-qadha dikenal dengan al-nizam al-qadhaaiy (organisasi kehakiman), dimana kekuasaan pengadilan telah dipisahkan dari kekuasaan politik. Ada dua ciri khas bentuk peradilan pada masa bani umayyah, yaitu:
1.    Hakim memutuskan perkara menurut hasil ijtihadnya sendiri, dalam hal-hal yang tidak ada nash atau ijma’. Ketika iu madzhab belum lahir dan belum menjadi pengikat bagi keputusan-keputusan hakim. Pada waktu itu hakim hanya berpedoman kepada al-qur’an dan sunnah.
2.    Lembaga peradilan pada masa itu belum dipengaruhi oleh keinginan-keinginan penguasa. Keputusan mereka tidak hanya berlaku pada rakyat biasa, tetapi juga pada penguasa-penguasa sendiri, dalam hal itu, khalifah selalu mengawasi gerak gerik hakim dan memecat hakim yang menyeleweng dari garis yang ditentuan.

        Pengangkatan hakim dipisah dari gubernur. Khalifah mengangkat qadhi-qadhi yang bertugas di ibu kota pemerintahan, sementara qadhi yan bertugas didaerah diserahkan pengangkatannya pada kepala daerah tersebut. Permasalah yang bisa ditangani oleh qadhi ini terbatas pada masalah-masalah khusus, sementara yang melaksanakan keputusan itu adalah khalifah. Lembaga peradilan dipegang oleh orang islam, sedangkan kalangan non muslim mendapatkan otonomi hukum dibawah kebijakan masing-masing pemimpin agama mereka. Hal inilah yang mendasari mengapa hakim hanya ada di kota-kota besar.
        Adapun instansi dan tugas kekuasaan kehakiman dimasa bani umayyah ini dapat dikategorikan menjadi tiga badan yaitu:
1.    Al-qadhaa’ merupakan tugasqadhi dalam menyelesaikan perkara-perkara yang berhubungan dengan agama. Disamping itu, badan ini juga mengatur institusi wakaf, harta anak yatim dan orang yang cacat mental.
2.    Al-hisbah merupkan tugas al-muhtasib (kepala hisbah). Dalam menyelesaikan perkara-perkara umum dan soal-soal pidana yang memerlukan tindakan cepat. Menurut al-syaqathi dalam bukunya fi adaab al-hisbah, seperi yang dikutip oleh philip k.hitty bahwa tugas al-muhtasib selain mengarahkan polisi juga bertindak sebagai pengawas perdagangan dan pasar, memeriksa takaran dan timbangan serta ikut mengurus kasus-kasus perjudian, seks amoral, dan busana yang tidak layak didepan umum.

            Terbentuknya peradilan yg menangai kasus hibah, dimana sebelumnya         belum terbenuk lembaga resmi negara. kewenangan wilayah hibah,             sesungguhnya merupakankewenangan untuk menyuruh berbuat baik dan             melarang berbuat munkar, serta menjadikan kemaslahatan dalam masyarakat.         Upaya ini digolongkan pada usah untuk memberikan penekanan terhadap             ketentuan-ketentuan ukum agar dapat terealisasi pada masyarakat secara             maksimal. Disamping itu wilayah hisbah dapat memberikan tindakan secara         langsung bagi pihak-pihak yang melakukan pelanggaran, artinya terlihat             betapa urgen keberadaban wilayah hisbah dalam membina masyarakat untuk         menaati aturan-aturan syara’.
            Pada masa rasulullah SAW. Embrio peradilan hisbah ini sudah ada.         Diriwayatkan dalam sebuah hadis, rasulullah SAW. Pernah kepasar dan             memasukkan tangannya kedalam andum seorang penjual, dan ternyta basah.         Maka beliau bersabda: “ jangan mencampur yang baik dengan yang buruk”.         Pada masa dinasti umayyah hisbah sudah menjadi lemga husus dari lembaga         peradilan yang ada dengan kewenangan mengatur dan mengontrol pasar dari         perbuatan-perbuatan yang tidak sesuai dengan syariat-syariat islam.
3.    Al-nadhar fi al-mazhalim. Merupakan mahkamah tinggi atau makamah banding dari mahkamah dbawahnya(al-qadha dan al-hisbah). Lembaga ini juga dapat mengadili para hakim dan pembesar negra yang berbuat salah.
    Pada pengadilan kategori ke tiga ini dalam melkukan sidangnya langsung dibawah pimpinan khalifah. Keika itu adul malik bin marwan atau orang yang ditunjuk olehnya,yang pada awalnya di adakan didalam masjid. Dalam menjelskan tugasnya ketua mahkamah mazhalim ini dibantu oleh lima orang pejabat penting lainnya, yaitu:
1.    Pembela. Kelompok ini dipilh dari orang-orang yang mampu mengalahkan pihak terdakwa yang menggnakan kekerasan atau melarikan diri dari pengejaran pengadilan.
2.    Hakim. Hakim yang berprofesi sebagai penasihat bagi kepala mahkamah al-mazhalim, sehingga dengan berbagai cara, apa yang menjadi hak pihak yag teraniaya dapat dikembalikan. Kepada seluruh yang hadir dapat dijelaskan tentang kasus yang terjadi dngan sesungguhnya. Kejayaan dinasti umayyah, termasuk dalam peradilan HAM adalah ketika khalifahnya di pegang oleh umar bin abdul aziz, yang terkenal wara’ ini menetapkan siapa dan bagaimana karakter seorang hakim beliau pernah mengatakan: “apa bila terdapat pada seorang hakim lima perkara, maka itulah hakim yang sempurna”.
3.    Ahli fikih. Sebagai tempat para hakim mahkamah al- mazhalim mengembalikan perkara syariah yang sulit menentukan hukumnya. Ada beberapa catatan pada peradila di masa umayyah yang menggambarkan perlunya ahli fikih, yaitu: pertama,setiap kota memiliki ahli fikih baik dari kalangan sahabat maupun tabi’in, yang memiliki kemampuan untuk berijtihad dalam engstimbatkan hukum, mereka inilah yang dijadikan qadhi untuk menyelsaikan perkara yang masuk. Mereka ahli ijtihad dan bukan taqlid. Kedua, qadha dan fatwa dipandang sederajat. Fatwa dalam periode ini sama dengan qadha: yaitu fatwa qadhi dipandang putusan. Fatwa yang dikeluarka qadhi menjadi hukum. Ketiga, putusan serang qadhi tidak bisa dibatalkan oleh keputusan qadhi yang lain. Karena ijtihad tidak bisa membatalkan ijtihad.
4.    Sekertaris. Sekertaris yang bertugas mencatat perkara yang diperselesaikan dan mencatat ketetapan apa yang menjadi hak dan kewajiban pihak-pihak yang berselisih.
5.    Saksi. Saksi yang bertugas memberikan kesaksian terhadap hukum yang disampaikan oleh hakim yang tidak bertentangan dengan nilai-nilai kebenaran dan keadilan.

D.    Sistem Ekonomi
     Bidang-bidang ekonomi yang terdapat pada jaman Bani Umayyah terbukti berjaya membawa kemajuan kepada rakyatnya yaitu:
- Dalam bidang pertanian Umayyah telah memberi tumpuan terhadap pembangunan sector pertanian, beliau telah memperkenalkan system pengairan bagi tujuan meningkatkan hasil pertanian.
- Dalam bidang industri pembuatan khususnya kraftangan telah menjadi nadi pertumbuhan ekonomi bagi Umayyah.
E.    Kemajuan Sistem Militer
        Salah satu kemajuan yang paling menonjol pada masa pemerintahan dinasti     Bani Umayyah adalah kemajuan dalam system militer. Selama peperangan melawan     kakuatan musuh, pasukan arab banyak mengambil pelajaran dari cara-cara teknik     bertempur kemudian mereka memadukannya dengan system dan teknik pertahanan     yang selama itu mereka miliki, dengan perpaduan system pertahanan ini akhirnya     kekuatan pertahanan dan militer Dinasti Bani Umayyah mengalami perkembangan     dan kemajuan yang sangat baik dengan kemajuan-kemajuan dalam system ini     akhirnya para penguasa dinasti Bani Umayyah mampu melebarkan sayap     kekuasaannya hingga ke Eropa.
        Secara garis besar formasi kekuatan tentara Bani Umayyah terdiri dari     pasukan berkuda, pasukan pejalan kaki dan angkatan laut.

F.    Sistem Pergantian Kepala Negara Dan Keruntuhan Umayyah
    Ada beberapa faktor yang menyebabkan dinasti Bani Umayyah lemah dan     membawanya kepada kehancuran. Faktor-faktor itu antara lain adalah:
1. Sistem pergantian khalifah melalui garis keturunan adalah sesuatu yang baru (bid’ah) bagi tradisi Islam yang lebih menekankan aspek senioritas. Pengaturannya tidak jelas. Ketidak jelasan sistem pergantian khalifah ini menyebabkan terjadinya persaingan yang tidak sehat di kalangan anggota keluarga istana.
2. Latar belakang terbentuknya dinasti Bani Umayyah tidak bisa dipisahkan dari konflik-konflik politik yang terjadi di masa Ali. Sisa-sisa Syi'ah (para pengikut Abdullah bin Saba’ al-Yahudi) dan Khawarij terus menjadi gerakan oposisi, baik secara terbuka seperti di masa awal dan akhir maupun secara tersembunyi seperti di masa pertengahan kekuasaan Bani Umayyah. Penumpasan terhadap gerakan-gerakan ini banyak menyedot kekuatan pemerintah.

3. Pada masa kekuasaan Bani Umayyah, pertentangan etnis antara suku Arabia Utara (Bani Qays) dan Arabia Selatan (Bani Kalb) yang sudah ada sejak zaman sebelum Islam, makin meruncing. Perselisihan ini mengakibatkan para penguasa Bani Umayyah mendapat kesulitan untuk menggalang persatuan dan kesatuan. Disamping itu, sebagian besar golongan mawali (non Arab), terutama di Irak dan wilayah bagian timur lainnya, merasa tidak puas karena status mawali itu menggambarkan suatu inferioritas, ditambah dengan keangkuhan bangsa Arab yang diperlihatkan pada masa Bani Umayyah.

4. Lemahnya pemerintahan daulat Bani Umayyah juga disebabkan oleh sikap hidup mewah di lingkungan istana sehingga anak-anak khalifah tidak sanggup memikul beban berat kenegaraan tatkala mereka mewarisi kekuasaan. Disamping itu, para Ulama banyak yang kecewa karena perhatian penguasa terhadap perkembangan agama sangat kurang.
5. Penyebab langsung tergulingnya kekuasaan dinasti Bani Umayyah adalah munculnya kekuatan baru yang dipelopori oleh keturunan al-Abbas ibn Abd al-Muthalib. Gerakan ini mendapat dukungan penuh dari Bani Hasyim dan kaum mawali yang merasa dikelas duakan oleh pemerintahan Bani Umayyah.

G.    Perbedaan sistem pemerintahan antara bani uamyyah dengan khulafaurrasyidin
    Dengan meninggalnya khalifah ali bin abi tholib, dijatuhkan dengan benuk pemerintahan kerajaan(dinasti) yakni kerajaan bani umayyah(dinasti bani umayyah). Salah satu ciri  bentuk dinasti ini pemimpin memiliki kekuasaan mutlak tanpa batas dimana ditentukan sendiri tidak menghiraukan orang lain.  Pemerinahan yang bersifat demokrasi berubah menjadi monachiheteridetis(kerajaan turun temurun) kekhalifahan diperoleh melalui kekarasan, diplomasi dan tipu daya tidak dengan pemilihan atau suara terbanyak, suksesi kepemimipinannya secara turun temurun dimulai ketika muawiyah mewajibkan seluruh rakyat untuk menyatakan setia terhadap anaknya yazid. Muawiyyah mencontoh monarki di persia dan bizantium, dia tetap enggunakan khalifah, namun dia memberi interpresi baru dari kata-kata itu untuk menggunakan jabatan tersebut. Dia menyebut khalifah “Allah” dalam pengertian “penguasa” yang diangkat oleh allah . Sebelum muawiyyah wafat diamanati untuk menjaga dan melestarikan jabatan khaliah. Jabatan raja menjadi pusaka warisan secara turun temurun, sangat berbeda sekali dengan pemerinahannya khulafaurrasyidin.

    Perbedaan pemerintahan bani umayyah dengan khulafaurrasyidin adalah:
a.    Raja adalah penguasa dan wajib ditaati.
b.    Raja memiliki hak penuh dengan kemampuannya.
c.    Rakyat sebagai pembantu raja.
d.    Tidak ada ungkapan yang dipenuhi dari rakyat.

Pemerintahan khulafaurrasyidin:
a.    Raja sebagai pemegang amanah.
b.    Khalifah tidak mau semena-mena
c.    Khlifah sebagai pelindung rakyat 

BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
    Setelah masa khalifah al-rasyidin berakhir, fase selanjutnya adalah zaman tabi’in yang pemerintahannya dipimpin oleh dinasti umayyah. Dengan khalifah pertama muawiyah bin abi sofyan, dinasti ini beribu kota di Damaskus. Muawiyyah telah mencurahkan segala tenagannya untuk memperkuat dirinnya dan menyiapkan daerah syiria sebagai pusat kekuasaannya di kemudian hari

    usaha positif yang dilakukan oleh para khilafah daulah Bani Umayyah dalam mensejahterakan rakyatnya ialah dengan memperbaiki seluruh     system pemerintahan dan menata administrasi, antara lain organisasi keuangan.
     Salah satu kemajuan yang paling menonjol pada masa pemerintahan dinasti Bani Umayyah adalah kemajuan dalam system militer.

B.    Saran
    Sebagai manusia yang mempunyai kelebihan dan kekurangan kami yakin para pembaca juga ingin lebih mengerti tentang tafsir bi al-ra’yi, maka perbanyaklah membaca dari sumber-sumber yang lain.

C.    Penutup
    Kami sebagai manusia yang tidak luput dari salah dan dosa, Demikian pula dalam pembuatan makalah ini apabila ada kesalahan atau kekurangan dalam makalah kami, kami pembuat makalah minta maaf.

DAFTAR PUSTAKA

Koto alaidin,sejarah peradaban islam.jakarta.2011.PT raja grafindo persada.
Yatim badri,sejarah peradaban islam dirasah islamiyah II.
Judul Artikel: sejarah bani umayah
Rating: 100% based on 99998 ratings. 5 user reviews.
Ditulis Oleh Sang Pecinta

Link: http://makalahkomplit.blogspot.com/2012/10/sejarah-bani-umayah.html Terimakasih atas kunjungan Sobat beserta kesediaan Anda membaca artikel ini (http://makalahkomplit.blogspot.com/2012/10/sejarah-bani-umayah.html). Kritik dan Saran sobat dapat sampaikan melalui Kotak komentar dibawah ini. http://makalahkomplit.blogspot.com/2012/10/sejarah-bani-umayah.html, http://makalahkomplit.blogspot.com/2012/10/sejarah-bani-umayah.html, http://makalahkomplit.blogspot.com/2012/10/sejarah-bani-umayah.html, Selamat membaca di Makalah Komplit

Temukan Judul: semua Artikel , Manfaat dari , Ikut sertakan judul , , , , dan

0 komentar:

Poskan Komentar