0

Mampukah fikih menjawab tantangan kemajuan rekayasa genetika? Pesatnya perkembangan teknologi rekayasa genetika haruslah terkejar oleh produk-produk fikihyang ada selama ini. Seperti halnya masalah fikih-fikih terdahulu  sebagaimanadiberikan oleh para ulama seperti soal bayi tabung dan imsemnasi buatan, makamasalah rekayasa genetika, sampai pada soal revitalisasi  DNA, pembiakan sel lewattransplantasi, bahkan menyelewengkan “penciptaan ” lewat pencangkokan jaringan selyang pada saat ini mulai banyak berkembang haruslah dicari solusinya.Informasi terbaru, seperti dilaporkan majalah ilmiah bebahasa Inggris,
ScientificAmerican

, dalam rubric “medicine”nya, adalah sukses besar praktik pengobatan lewatterapi gen (Gene Theraphy). Yaitu, sebuah pengobatan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit genetis. Modus operandi terapi ini adalah dengan cara mencangkokkan gen-gen baru yang lebih sehat dengan mengganti gen-gen rusak yang membawa kelainandalam tubuh.Bukan Cuma itu, terapi gen juga akan dipakai untuk mengobati kelainan fisik danperilaku. Hidung pesek, misalnya diubah menjadi mancung. Caranya mudah, cukupdengan mengganti gen-gen yang membawa unsur pesek dengan yang mancung.Lalu bagaimana fikih mengantisipasi masalah ini? Bagaimanapun, tampaknya masihdiperlukan penelaahan lebih lanjut tentang masalah ini, yaitu bagaimana hokum islamtentang zat genetic (Kloning) itu?.

Hukum Kloning Dalam Agama Islam

BAB II
PEMBAHASAN

Kloning menurut bahasa adalah berasal dari bahasa Yunani, yaitu clone atau klon yangberarti kumpulan sel turunan dari sel induk tunggal dengan reproduksi aseksual. Sedangkan menurut istilah Kloning adalah teknik membuat keturunan dengan kodegenetic yang sama dengan sel induknya tanpa diawali proses pembuahan sel telur atausperma tapi diambil dari inti sebuah sel pada makhluk hidup tertentu baik berupatumbuhan, hewan maupun manusia.

B. Macam-macam Kloning

Dalam hal ini Kloning terdiri dari beberapa macam, antara lain:
Kloning pada tumbuhanKloning pada tumbuhan yaitu mencangkok atau menstek tanaman untuk mendapatkantanaman yang memiliki sifat persis sama dengan induknya.
 
Kloning pada hewanKloning pada hewan pertama kali dicoba pada tahun 1950-an pada hewan katak, tikus,kera dan bison juga pada domba, dan dalam kelanjutannya proses yang berhasilhanyalah percobaan Kloning pada domba. Awal mula proses pengkloningan dombaadalah dengan mengambil inti sel dari tubuh domba, yaitu dari payudara atauambingnya lalu sifat khusus yang berhubungan dengan fungsi ambing ini dihilangkan,kemudian inti sel tersebut dimasukkan kedalam lapisan sel telur domba, setelah intiselnya dibuang kemudian ditanamkan kedalan rahim domba agar memperbanyak diri,berkembang berubah menjadi janin dan akhirnya di hasilkan bayi domba. Pada akhirnyadomba ini mempunyai kode genetic yang sama dengan domba pertama yang menjadisumber pengambilan sel kambing.

Kloning pada embrioKloning embrio tejadi pada sel embrio yang berasal dari rahim istri yang terbentuk daripertemuan antara sel sperma suaminya dengan sel telurnya lalu sel embrio itu dibagidengan satu teknik perbanyakan menjadi beberapa sel embrio yang berpotensi untuk membelah dan berkembang. Kemudian sel-sel embrio itu dipisahkan agar masing-masing menjadi embrio tersendiri yang persis sama dengan sel embrio pertama yangmenjadi sumber pengambilan sel. Selanjutnya sel-sel embrio itu dapat ditanamkandalam rahim perempuan asing (bukan isteri), atau dalam rahim isteri kedua dari suamibagi isteri pertama pemilik sel telur yang telah dibuahi tadi. Yang selanjutnya akanmenghasilkan lebih dari satu sel embrio yang sama dengan embrio yang sudah ada. Laluakan terlahir anak kembar yang terjadi melalui proses Kloning embrio ini dengan kodegenetik yang sama dengan embrio pertama yang menjadi sumber Kloning.

Kloning pada manusiaKloning pada manusia terdapat dua cara. Petama, Kloning manusia dapat berlangsungdengan adanya laki-laki dan perempuan dalam prosesnya. Proses ini dilaksanakandengan mengambil sel dari tubuh laki-laki, lalu inti selnya diambil dan kemudiandigabungkan dengan sel telur perempuan yang telah dibuang inti selnya. Sel telur ini – setelah bergabung dengan inti sel tubuh laki-laki– lalu ditransfer ke dalam rahimseorang perempuan agar dapat memeperbanyak diri, berkembang, berubah menjadijanin, dan akhirnya dilahirkan sebagai bayi. Bayi ini merupakan keturunan dengan kodegenetik yang sama dengan laki-laki yang menjadi sumber pengambilan sel tubuh.Kedua, Kloning manusia dapat pula berlangsung di antara perempuan saja tanpamemerlukan kehadiran laki-laki. Proses ini dilaksanakan dengan mengambil sel daritubuh seorang perempuan, kemudian inti selnya diambil dan digabungkan dengan seltelur perempuan yang telah dibuang inti selnya. Sel telur ini –setelah bergabung denganinti sel tubuh perempuan– lalu ditransfer ke dalam rahim perempuan agar memper-banyak diri, berkembang, berubah menjadi janin, dan akhirnya dilahirkan sebagai bayi.Bayi yang dilahirkan merupakan keturunan dengan kode genetik yang sama denganperempuan yang menjadi sumber pengambilan sel tubuh. Hal tersebut mirip dengan apayang telah berhasil dilakukan pada hewan domba.Adapun pewarisan sifat yang terjadi dalam proses Kloning, sifat-sifat yang diturunkanhanya berasal dari orang yang menjadi sumber pengambilan sel tubuh, baik laki-lakimaupun perempuan.

Dan anak yang dihasilkan akan memiliki ciri yang sama denganinduknya dalam hal penampilan fisiknya –seperti tinggi dan lebar badan serta warnakulit– dan juga dalam hal potensi-potensi akal dan kejiwaan yang bersifat asli. Dengankata lain, anak tersebut akan mewarisi seluruh ciri-ciri yang bersifat asli dari induknya.Sedangkan ciri-ciri yang diperoleh melalui hasil usaha, tidaklah dapat diwariskan. Jikamisalnya sel diambil dari seorang ulama yang faqih, atau mujtahid besar, atau dokter yang ahli, maka tidak berarti si anak akan mewarisi ciri-ciri tersebut, sebab ciri-ciri inimerupakan hasil usaha, bukan sifat asli.

C. Manfaat dan Kerugian Kloning

Adapun manfaat dari Kloning diantaranya adalah:
1. Kloning pada tanaman dan hewan adalah untuk memperbaiki kualitas tanamandan hewan, meningkatkan produktivitasnya.

2. Mencari obat alami bagi banyak penyakit manusia-terutama penyakit-penyakitkronis-guna menggantikan obat-obatan kimiawi yang dapat menimbulkan efek samping terhadap kesehatan manusia.

3. Untuk memperoleh hormone pertumbuhan, insulin, interferon, vaksin, terapi gendan diagnosis penyakit genetic. Selain terdapai bnayak manfaat Kloning juga menimbulkan kerugian, antara lain:

- Kloning pada manusia akan menghilangkan nasab.
- Kloning pada perempuan saja tidak akan mempunyai ayah.
- Menyulitkan pelaksanaan hokum-hukum syara’.Seperti, hukum pernikahan,nasab, nafkah, waris, hubungan kemahraman, hubungan ‘ashabah, dan lain-lain.

D. Hukum Kloning

Menurut syara’ hokum Kloning pada tumbuhan dan hewan tidak apa-apa untuk dilakukan dan termasuk aktivitas yang mubah hukumnya. Dari hal itu memanfaatkantanaman dan hewan dalam proses Kloning guna mencari obat yang dapatmenyembuhkan berbagai penyakit manusia –terutama yang kronis– adalah kegiatanyang dibolehkan Islam, bahkan hukumnya sunnah (mandub), sebab berobat hukumnyasunnah. Begitu pula memproduksi berbagai obat-obatan untuk kepentingan pengobatanhukumnya juga sunnah. Imam Ahmad telah meriwayatkan hadits dari Anas RA yangtelah berkata, bahwa Rasulullah SAW berkata:

“Sesungguhnya Allah Azza Wa Jalla setiap kali menciptakan penyakit, Diamenciptakan pula obatnya. Maka berobatlah kalian !”
Imam Abu Dawud dan Ibnu Majah meriwayatkan dari Usamah bin Syuraik RA, yangberkata:
”Aku pernah bersama Nabi, lalu datanglah orang-orang Arab Badui. Merekaberkata,’Wahai Rasulullah, bolehkah kami berobat ?”
Maka Nabi SAW menjawab :
“Ya. Hai hamba-hamba Allah, berobatlah kalian, sebab sesungguhnya Allah Azza waJalla tidaklah menciptakan penyakit kecuali menciptakan pula obat baginya…”

Oleh karena itu, dibolehkan memanfaatkan proses Kloning untuk memperbaiki kualitastanaman dan mempertinggi produktivitasnya atau untuk memperbaiki kualitas hewanseperti sapi, domba, onta, kuda, dan sebagainya. Juga dibolehkan memanfaatkan prosesKloning untuk  mempertinggi produktivitas hewan-hewan tersebut danmengembangbiakannya, ataupun untuk mencari obat bagi berbagai penyakit manusia,terutama penyakit-penyakit yang kronis. Demikianlah hukum syara’ untuk Kloningmanusia, tanaman dan hewan. Kloning pada manusia haram menurut hukum Islam dan tidak boleh dilakukan. Dalil-dalil keharamannya adalah sebagai berikut :

1. Anak-anak produk proses Kloning tersebut dihasilkan melalui cara yang tidak alami. Padahal justru cara alami itulah yang telah ditetapkan oleh Allah untuk manusia dan dijadikan-Nya sebagai sunnatullah untuk menghasilkan anak-anak dan keturunan. Allah SWT berfirman
“dan Bahwasanya Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan laki-laki danperempuan, dari air mani apabila dipancarkan.”
(QS. An Najm : 45-46)Allah SWT berfirman :
“Bukankah dia dahulu setetes mani yang ditumpahkan (ke dalam rahim), kemudianmani itu menjadi segumpal darah, lalu Allah menciptakannya, danmenyempurnakannya.” (QS. Al Qiyaamah : 37-38)

2. Anak-anak produk Kloning dari perempuan saja (tanpa adanya laki-laki), tidak akan mempunyai ayah. Dan anak produk Kloning tersebut jika dihasilkan dariproses pemindahan sel telur-yang telah digabungkan dengan inti sel tubuh-kedalam rahim perempuan yang bukan pemilik sel telur, tidak pula akanmempunyai ibu. Sebab rahim perempuan yang menjadi tempat pemindahan seltelur tersebut hanya menjadi penampung, tidak lebih. Ini merupakan tindakanmenyia-nyiakan manusia, sebab dalam kondisi ini tidak terdapat ibu dan ayah.Hal ini bertentangan dengan firman Allah SWT :
 “Hai manusia, sesunguhnya Kami menciptakan kalian dari seorang laki-laki danseorang perempuan.” (QS. Al Hujuraat : 13)

3. Kloning manusia akan menghilang nasab (garis keturunan). Padahal Islam telahmewajibkan pemeliharaan nasab. Diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas RA, yangmengatakan bahwa Rasulullah SAW telah bersabda :
 “Siapa saja yang menghubungkan nasab kepada orang yang bukan ayahnya, atau(seorang budak) bertuan (loyal/taat) kepada selain tuannya, maka dia akan mendapat laknat dari Allah, para malaikat, dan seluruh manusia.”
(HR. Ibnu Majah)Berdasarkan dalil-dalil itulah proses Kloning manusia diharamkan menurut hukumIslam dan tidak boleh dilaksanakan.

E. Hukum Kloning menurut MUI
 Musyawarah Nasional VI Majelis Ulama Indonesia yang diselenggarakan padatangga123-27 Rabi’ul Akhir 1421 H. / 25-29 Juli 2000 M. dan membahas tentangKloning, setelah
Menimbang,
1. bahwa salah satu hasil kemajuan yang dicapai oleh iptek adalah Kloning, yaitu“suatu proses penggandaan makhluk hidup dengan cara nucleus transfer dari seljanin yang sudah beerdiferensiasi dari sel dewasa”, atau “penggandaan makhluk hidup menjadi lebih banyak, baik dengan memindahkan inti sel tubuh ke dalamindung telur pada tahap sebelum terjadi pemisahan sel-sel bagian-bagian tubuh”2. bahwa masyarakat senantiasa mengharapkan penjelasan hukum Islam tentangKloning, baik Kloning terhadap tumbuh-tumbuhan, hewan, dan terutamaKloning terhadap manusia;3. bahwa oleh karena itu, MUI dipandang perlu untuk menetapkan fatwa tentanghukum Kloning untuk dijadikan pedoman.

Memperhatikan:
1. Kloning tidak sama dengan, dan sedikit pun tidak berarti, penciptaan, melainkanhanya sekedar penggandaan.2. Secara umum, Kloning terhadap tumbuh-tumbuhan dan hewan akan membawakemanfaatan dan kemaslahatan kepada umat manusia.3. Kloning terhadap manusia dapat membawa manfaat, antara lain : rekayasagenetik lebih efisien dan manusia tidak perlu khawatir akan kekurangan organtubuh pengganti (jika memerlukan) yang biasa diperoleh melalui donor, denganKloning ia tidak akan lagi merasa kekurangan ginjal, hati, jantung, darah, dansebagainya, karena ia bisa mendapatkannya dari manusia hasil teknologiKloning.4. Kloning terhadap manusia juga dapat menimbulkan mafsadat (dampak negatif yang tidak sedikit; antara lain :1. menghilangkan nasab anak hasil Kloning yang berakibat hilangnyabanyak hak anak dan terabaikan-nya sejumlah hukum yang timbul darinasab;2. institusi perkawinan yang telah disyari’atkan sebagai media berketurunansecara sah menjadi tidak diperlukan lagi, karena proses reproduksi dapatdilakukan tanpa melakukan hubungan seksual;3. lembaga keluarga (yang dibangun melalui perkawinan) akan menjadihancur, dan pada gilirannya akan terjadi pula kehancuran moral (akhlak),budaya, hukum, dan syari’ah Islam lainnya; 4. tidak akan ada lagi rasa saling mencintai dan saling memerlukan antaralaki-laki dan perempuan;5. hilangnya maqashid syari’ah dari perkawinan, balk maqashid awwaliyah(utama) maupun maqashid tabi’ah (sekunder).6. Pendapat dan saran peserta sidang.

Mengingat
1. Firman Allah S WT : “Dan Dia menundukkan untuk kamu apa yang ada dilangit dan apa yang ada di bumi semuanya (sebagai rahmat) dariNya.Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda(kekuasaan Allah) bagi kaum yang berfikir” (QS. al-Jatsiyah [45].- 13).2. Firman Allah SWT : “Dan Kami telah memuliakan anak-anakAdam, Kamiangkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezki dari Yang baik-baik, dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atasrraakhluk vang telah Kami ciptakan ” (QS. al-Isra’[I7]: 70).8. Firman Allah SWT : “..f apakah mereka menjadikan beberapa sekutu bagiAllah yang dapat menciptakan seperti ciptaan-Nva sehingga kedua ciptaan ituserupa menurut pandangan mereka. Katakanlah, ‘Allah adalah Pencipta segalasesuatu dan Dialah Tuhan Yang Mahaesa lagi Mahaperkasa (QS. al-Ra’d [13]:16)3. firman Allah SWT : “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakar manusia darisaripati (berasal) dari tanah. Kemudiar Kami jadikan saripati itu air mani (yangdisimpan ; dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air man: itu Kamijadikan segumpal darah, lalu segumpa. darah itu Kami jadikan segumpal daging,dar. segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulan, lalu tulang belulang ituKami bungkus dengan dagiri 27 Kemudian Kami jadikan dia makhluk (berbentuk) lain. Maha sucilah Allah, Pencipta Paling baik” (QS. al-Mu’minun(23]: 12-14).4. Kaidah Fiqhiyah : “Menghindarkan kerusakan (hal-hal yang negatif) diutamakandari pada mendatangkan kemaslahatan”.

Memutuskan Menetapkan
5. Fatwa musyawarah nasional majelis ulama indonesia tentang Kloning.6. Kloning terhadap manusia dengan cara bagaimanapuyang berakibat pada pelipatgandaan manusia hukumnya adalah haram.7. Kloning terhadap tumbuh-tumbuhan dan hewan hukumnya boleh (mubah)sepanjang dilakukan demi kemaslahatan dan/atau untuk menghindarkakemudaratan (hal-hal negatif). 8. Mewajibkan kepada semua pihak terkait untuk tidak melakukan ataumengizinkan eksperimen ata-_ praktek Kloning terhadap manusia.9. Mewajibkan kepada semua pihak, terutama para ulama, untuk senantiasamengikuti perkembangan teknologi Kloning, meneliti peristilahan danpermasalahatannya, serta menyelenggarakan kajiarkaj ian ilmiah untuk menjelaskan hukumnya.10. Mewajibkan kepada semua pihak, terutama ulama dan umara, untuk mendorongpembentukan (pendirian) dan mendukung institusi-institusi ilmiah yangmenyelenggarakan penelitian di bidang biologi dan teknik rekayasa genetikapada selain bidang Kloning manusia yang sesuai dengan prinsip-prinsipsyari’ah.

1. Mewajibkan kepada semua pihak, terutama ulama dan umara, untuk segeramerumuskan kriteria dan kode etik penelitian dan eksperimen bidang biologiuntuk dijadikan pedoman bagi pihak-pihak yang memerlukannya.12. Keputusan fatwa ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Agar setiap muslimyang memerlukan dapat mengetahuinya, menghimbau semua pihak untuk menyebarluaskan fatwa ini.

KESIMPULAN

Kloning adalah teknik membuat keturunan dengan kode genetic yang sama dengan selinduknya tanpa diawali proses pembuahan sel telur atau sperma tapi diambil dari intisebuah sel pada makhluk hidup tertentu baik berupa tumbuhan, hewan maupunmanusia.Kloning terdiri dari beberapa macam, antara lain: Kloning pada tumbuhan, Kloningpada hewan, Kloning pada embrio,dan Kloning  pada manusia.Adapun mengenai hukum Kloning dari kajian diatas dapat disimpulkan bahwa hukumKloning dibagi menjadi dua, yang pertama yaitu Kloning yang di perbolehkan, danKloning yang tidak diperbolehkan.Sedangkan Mengenai Kloning yang diperbolehkan adalah Kloning yang meninmbulkankemaslahatan bagi manusia antara lain yaitu Kloning pada tanaman dan hewan adalahuntuk memperbaiki kualitas tanaman dan hewan, meningkatkan produktivitasnya,mencari obat alami bagi banyak penyakit manusia-terutama penyakit-penyakit kronis.Sedangkan Kloning yang tidak diperbolehkan adalah Kloning terhadap manusia yangdapat menimbulkan mafsadat (dampak negatif yang tidak sedikit; antara lain :menghilangkan nasab, menyulitkan pelaksanaan hokum-hukum syara’.
DAFTAR PUSTAKA

Alkaf, Halid, Kloning dan Bayi Tabung Masalah dan Implikasinya, PB UIN: Jakarta.2003
Asy-Syaukani, Lutfi, Poltik, HAM, dan Isu-isu Teknologi dalam Fiqih Kontemporer,Pustaka Hidayah: Bandung.1998
Mahfudh, Dr. Sahal, Solusi Problematika Aktual Hukum Islam, LTN NU dan Diantama:Surabaya. 2004

http:// konsultasi. WordPress.com. 2007
Sigit Purnawan Jati, S.Si.,Hukum Asy Syar’i fi Al Istinsakh, Naqlul A’dlaa’, Al Ijhadl, Athfaalul Anabib, Ajhizatul In’asy Ath Thibbiyah,Al Hayah wal Maut , Darul Ummah: Beirut, Libanon, Cetakan. 1997

Musyawarah Nasional VI Majelis Ulama Indonesia yang diselenggarakan padatangga123-27 Rabi’ul Akhir 1421 H. / 25-29 Juli 2000


Poskan Komentar

 
Top