.

Pengertian Logika


PENGERTIAN LOGIKA
BAB II
PEMBAHASAN


 Logika adalah ilmu yang mempelajari metode dan hukum yang digunakan untuk membedakan penalaran yang betul dan penalaran yang salah.

Proposisi kategorik adalah suatu pernyataan yang terdiri atas hubungan dua term sebagai subjek dan predikat serta dapat dinilai benar atau salah. Hubungan ini berbentuk pengiyaan atau pengingkaran. Proposisi kategorik terdiri atas empat unsur, dua di antaranya merupakan materi pokok proposisi, sedang dua yang lain sebagai hal yang menyertainya. Empat unsur yang dimaksudkan adalah term sebagai subjek, term sebagai predikat, kopula, dan kuantor.

Term sebagai subjek adalah hal yang diterangkan dalam proposisi, term sebagai predikat adalah hal yang menerangkan dalam proposisi. Kedua unsur sebagai subjek dan predikat inilah yang merupakan materi pokok proposisi kategorik. Kopula merupakan hal yang mengungkapkan adanya hubungan antara subjek dan predikat, dan kuantor merupakan pembilang yang menunjukkan lingkungan yang dimaksudkan oleh subjek.

B. Asas-asas Berfikir

Asas adalah pangkal atau asal dari mana suatu tu muncul dan dimengerti. Maka “Asas Pemikiran” adalah pengetahuan dimana pengetahuan lain muncul dan dimengerti. Kapasitas asas ini bagi kelurusan berpikir adalah mutlak, dan salah benarnya suatu pemikiran tergantung terlaksana tidaknya asas-asas ini. Ia adalah dasar daripada pengetahuan dan ilmu. Asas pemikiran ini dapat dibedakan menjadi :

 1. Asas Identitas (principium identatis = qanuun zatiyah)

Asas identitas merupakan dasar dari semua pemikiran dan bahkan pemikiran yang lain. Prinsip ini mengatakan bahwa sesuatu itu adalah dia sendiri bukan lainya. Jika kita mengakui bahwa sesuatu itu Z maka ia adalah Z dan bukan A, B atau C. Bila dijadikan rumus maka akan berbunyi “Bila proposisi itu benar maka benarlah ia”.

 2. Asas kontradiksi (principum contradictoris = qanun tanaqud)

Prinsip ini mengatakan bahwa pengingkaran sesuatu tidak mungkin sama dengan pengakuanya. Jika kita mengakui bahwa sesuatu itu bukan A maka tidak mungkin pada saat itu ia adalah A, sebab realitas hanya satu sebagaimana disebut oleh asas identitas. Dua kenyataan yang kontradiktoris tidak mungkin bersama-sama secara simultan. Jika dirumuskan maka akan berbunyi “Tidak ada proposisi yang sekaligus benar dan salah”.

 3. Asas penolakan kemungkinan ketiga (principium exclusi tertii = 
qanun  imtina’)

Asas ini mengatakan bahwa antara pengakuan dan pengingkaran kebenaranya terletak pada salah satunya. Pengakuan dan pengingkaran merupakan pertentangan mutlak, karena itu tidak mungkin keduanya benar dan juga tidak mungkin keduanya salah. Jika kita rumuskan akan berbunyi “Suatu proposisi selalu dalam keadaan benar atau salah”.

C. Cara Mendapatkan Kebenaran

Ada dua cara berpikir yang dapat digunakan untuk mendapatkan pengetahuan baru yang benar, yaitu melalui metode induksi dan metode deduksi.

 1. Metode induksi

Induksi adalah cara berpikir untuk menarik kesimpulan yang bersifat umum dari kasus-kasus yang bersifat individual.penalaran ini dimulai dari kenyataan-kenyataan yang bersifat khusus dan terbatas kemudian diakhiri dengan peryataan yang bersifat umum.

Contoh : Besi dipanaskan memuai
                    Seng dipanaskan memuai
    Emas dipanaskan memuai
    Timah dipanaskan memuai
    Platina dipanaskan memuai
    Jadi, Semua logam jika dipanaskan memuai.

             Keuntungan cara penalaran menggunakan metode induksi :
~Kita dapat berpikir secara ekonomis.
~Pernyataan yang dihasilkan melalui cara berpikir induksi tadi memungkinkan proses penalaran selanjutnya, baik secara induktif maupun deduktif.

 2. Metode deduksi

Deduksi adalah kegiatan berpikir merupakan kebalikan dari penalaran induksi. Deduksi adalah cara berpikir dari pernyataan yang bersifat umum, menuju kesimpulan yang bersifat khusus.
     Contoh : Semua logam bila dipanaskan, memuai
                    Tembaga adalah logam
                    Jadi, tembaga bila dipanaskan, memuai.

Keuntungan dari metode deduksi adalah kita bisa mendapatkan pengetahuan tanpa melalui penelitian terlebih dahulu.

           Pengetahuan yang benar adalah dengan menggabugkan dua metode ini secara cermat dan kritis. Pengembangan pengetahuan bila hanya menggantungkan penalaran induksi akan sangat lambat dan boros. Sebaliknya deduksi meminta jasa induksi dalam menggunakan dasar pemikiranya.

D. Pembagian Logika

Logika atau mantiq dapat disistematisasikan menjadi beberapa golongan, tergantun dari mana kita meninjaunya.

 1. Pembagian logika dari segi kualitasnya :

     ~ Logika naturalis (mantiq al-fitri)

               Logika naturalis yaitu kecakapan berlogika berdasarkan kemampuan akal manusia.

     ~ Logika ilmiah (mantiq as-suri)

                    Logika ilmiah ialah untuk membantu logika naturalis (mantiq al-fitri)                             yaitu bertugas memperhalus, mempertajam serta menunjukan jalan pemikiran agar akal dapat bekerja lebih teliti, efisien, mudah dan aman.

 2. Pembagian logika dari segi metodenya :

     ~ Logika tradisional (mantiq al-qadim)

 Logika tradisional yaitu logika Aristoteles dan logika dari pada logikus setelahnya tetapi masih mengikuti sistem logika Aristoteles.

     ~ Logika modern (mantiq al-hadis)

Logika modern yaitu logika yang menggunakan sistem baru yang dimulai sejak Raymundus Lullus. Logika ini tumbuh pada abad XIII. Logika ini juga disebut Ars magna.

 3. Pembagian logika dilihat dari obyeknya :
     ~ Logika formal (mantiq as-suwari)
     ~ Lgika material (mantiq al-maddi)

E. Manfaat Logika

    Logika dapat membantu berpikir lurus, efisien, tepat dan teratur untuk mendapatkan kebenaran dan menghindari kekeliruan. Karena logika dapat mendidik manusia bersikap obyektif, tegas dan berani.

F. Pengertian Term

Term adalah kata atau sejumlah kata yang dapat berdiri sendiri. Jenis kata seperti itu disebut kata kategorimatis. Misalnya : bunga, burung, pohon (term tunggal), orang tua asuh, pencinta lingkungan hidup (term majemuk).

Term merupakan suatu kata atau suatu kumpulan kata yang  merupakan ekspressi verbal dari suatu pengertian. Bagian dari proposisi yang berfungsi sebagai subyek  atau predikat, serta dapat berfungsi sebagai  penghubung antara dua proposisi yang disebut premis dalam sebuah silogisme.

Jenis-jenis Term dapat dibagi manjadi beberapa macam:

 1. Dalam kaitan dengan pengertian (arti yang  dikandungnya)
    ~ Term Univok (satu kata, satu pengertian) : karyawan,  pelanggan, guru, manager.
    ~ Term Ekuivok (satu kata, lebih dari satu pengertian):   genting, bulan, bait, pasar.
    ~ Term Analog (satu kata, pengertian bisa sama bisa  berbeda): ada, suap, sehat.

 2. Dalam kaitan dengan jumlah kata
    ~ Term Tunggal : gunung, manusia, kejahatan.
    ~ Term Majemuk : Kereta api, lapangan sepak bola, CEO, TQM, BKIA, KPKPN.

 3. Term ditinjau dari luasnya
    ~ Term Singular: mengatakan tentang satu hal tertentu.
    ~ Term Partikular: mengatakan tentang sebagian.
    ~ Term universal: mengatakan tentang seluruh luasnya.

 4. Berdasarkan sifatnya
   ~ Term Distributif: berlaku untuk setiap anggota.
   ~ Term Kolektif: berlaku pada sesuatu sebagai satu  kesatuan.

 5. Berdasarkan fungsinya dalam proposisi dan silogisme
   ~ Term subyek
   ~ Term predikat
   ~ Term menengah / terminus medius.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

Logika merupakan dasar untuk menyatakan bahwa sesuatu itu bernilai benar atau salah. Secara alami akal manusia memang dapat mengungkapkan bahwa sesuatu itu adalah pernyataan yang salah maupun pernyataan yang benar. Akan tetapi, karena keterbatasan dan perbedaan kemampuan akal manusia maka dalam mengungkapkan penyataan akan lebih sempurna jika didasari dengan metode berpikir logika. Dengan perpaduan antara akal dan metode-metode yang sesuai, kita dapat menilai sesuatu dengan obyektif dan akan terhindar dari kekeliruan.

B. Saran

Semua tulisan dalam makalah ini merupakan kemampuan akal yang terbatas dari dari penulis. Penulis menyadari masih banyak kesalahan ataupun kekurangan dalam makalah ini walaupun penulis sudah berusaha maksimal. Oleh karena itu untuk semua pembaca diharapkan saran yang bisa melengkapi kekurangan dan membenarkan kesalahan dari makalah ini.

DAFTAR PUSTAKA

Mundiri, H. Logika, Jakarta: RajaGrafindo, 2003.
Judul Artikel: Pengertian Logika
Rating: 100% based on 99998 ratings. 5 user reviews.
Ditulis Oleh Sang Pecinta

Link: http://makalahkomplit.blogspot.com/2012/08/pengertian-logika.html Terimakasih atas kunjungan Sobat beserta kesediaan Anda membaca artikel ini (http://makalahkomplit.blogspot.com/2012/08/pengertian-logika.html). Kritik dan Saran sobat dapat sampaikan melalui Kotak komentar dibawah ini. http://makalahkomplit.blogspot.com/2012/08/pengertian-logika.html, http://makalahkomplit.blogspot.com/2012/08/pengertian-logika.html, http://makalahkomplit.blogspot.com/2012/08/pengertian-logika.html, Selamat membaca di Makalah Komplit

Temukan Judul: semua Artikel , Manfaat dari , Ikut sertakan judul , , , , dan

0 komentar:

Poskan Komentar